SEMUA KOMPONEN HARUS BEKERJASAMA MENANGANI MASALAH DESA

  Selasa, 10 Mei 2016

Jakarta - Melanjutkan rangkaian program kegiatan Jelajah Desa Nusantara (JDN) di Pulau Sulawesi Dirjen PDT Kementerian Desa PDTT, Singgih Wiranto didampingi Sesditjen PDT, Razali beserta rombongan melakukan kunjungan ke Desa Pinjan, Kecamatan Tolitoli Utara, Minggu 1 Mei 2016.

Pada kesempatan tersebut Singgih Wiranto menyampaikan Dana Desa setiap tahun semakin besar, namun ada koridor atau batasan dalam penggunaanya. Tidak untuk semua kegiatan agar fokus untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ada empat kriteria umum, yakni untuk membiayai infrastruktur transportasi, pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi. Semua diarahkan pada dua kegiatan utama, yakni kegiatan yang sifatnya pembangunan dan pemberdayaan.

"Kebutuhan desa bisa menyesuaikan dengan hal peruntukan dana desa tadi. Karena kebutuhan infrastruktur itu utama supaya kegiatan atau bidang yang lain dapat berkembang, terlebih lagi dalam menghadapi masyarakat ekonomi asia", jelas Singgih Wiranto.

Singgih juga menyampaikan desa dapat meminta bantuan kebutuhannya kepada dua Ditjen yang menangani masalah desa di Kemendesa PDTT, yakni Ditjen PPMD dan Ditjen PKP. Kalau untuk tingkat kabupaten Ditjen PDT yang menangani dan sudah mengucurkan dana 43 miliar ke kabupaten Tolitoli.

Kunjungan ke Tolitoli ini dikatakan Singgih merupakan suatu kebanggaan baginya dan bersyukur karena masih berhubungan dengan tugasnya. “kalau selama ini hanya melihat dari tingkatan Kabupaten dengan melakukan Jelajah Desa Nusantara ini saya dapat melihat lebih detail ke bawah bagaimana sebenarnya kondisi desa yang ada di kabupaten-kabupaten tertinggal, sehingga kami dapat merumuskan langkah terbaik kedepan dalam upaya mengentaskan daerah tertinggal", ujarnya.

"Kami beserta rombongan berkunjung ke Pulau Sulawesi ini atas tugas dan perintah Menteri Desa PDTT untuk sosialisasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan Dana Desa di seluruh Indonesia, melalui perjalanan ke desa-desa dalam rangkaian Jelajah Desa Nusantara", tutur Singgih Wiranto.

"Karena masalah desa ini sangat penting, maka semua komponen yang ada di kementerian diturunkan dalam program Jelajah Desa Nusantara ini. Termasuk Ditjen PDT yang menangani masalah daerah tertinggal, dimana Kabupaten Tolitoli ini masih terkategori sebagai daerah tertinggal", jelasnya lagi.

Sementara itu dalam sambutannya Kepala Desa Pinjan, Harsono Jisman mengucapkan terima kasih, khususnya kepada Kemendesa PDTT atas bantuannya kapada masyarakat Desa Pinjan yang berpenduduk sekitar 1.437 jiwa dari 343 KK itu. Harsono juga menceritakan kondisi dan permasalahan yang ada di desanya, seperti baru 3 tahun ini Desa Pinjan dialiri listrik dan sampai saat ini belum mempunyai jaringan komunikasi.

Terkait hal yang disampaikan oleh Kepala Desa Pinjan mengenai masalah sinyal komunikasi, Singgih Wiranto meminta kepada stafnya dari bidang sarana dan prasarana yang berkaitan dengan masalah telekomunikasi agar segera membantu dan menindaklanjuti hal tersebut.

Pada kesempatan itu secara simbolis Singgih Wiranto diminta untuk meresmikan Kantor Kepala Desa dan Gedung Balai Desa yang ada di Desa Pinjan, Kecamatan Tolitoli Utara. Selain itu Singgih juga melakukan penanaman telur burung Maleo satwa khas Sulawesi yang saat ini mulai terancam habitatnya. Maka harus segera dilakukan gerakan untuk melestarikannya.

Seperti yang sudah diketahui Desa Pinjan merupakan kawasan konservasi burung Maleo dan salah satu warganya, Mansur Yusong adalah peraih Kalpataru pada tahun 2004 untuk Kategori Perintis Lingkungan karena ikhtiarnya menjaga ikon sulawesi tengah itu.