Rauf Ledu - Sosok Inspiratif Dari Desa Leuwohung


  Senin, 14 Maret 2016

 
Dalam segala keterbatasan selalu ada jalan keluar untuk orang-orang yang berjuang. Hal itulah yang tepat menggambarkan sosok Rauf Ledu, seorang tokoh inspiratif perubahan desa. Menjadi perangkat  desa terlebih lagi menjadi kepala desa boleh di ibaratkan seperti ikan di dalam aquarium.   Segala tingkah lakunya akan dengan mudah atau gampang untuk diamati oleh masyarakat baik tindakan yang benar maupun yang melenceng.   Bukan perkara mudah untuk dapat menjadi pemimpin walaupun tatarannya hanya berada di tingkat desa.  Apalagi menjadi kepala desa pada sebuah desa terpencil seperti Desa Leuwohung

 

Rauf Ledu, adalah Kepala Desa Leuwohung yang mulai menjabat sebagai Kepala Desa Leuwohung dari tahun 2009-2012.  Walaupun berpendidikan cuman tamat SMA namun semangat dan perjuangannya dalam upaya memajukan Desa Leuwohung tidak diragukan lagi.  Hal ini setidaknya ditunjukan oleh masyarakat yang mempercayakan untuk memimpin Desa Leuwohung untuk 4 periode (tahun 2009-2012).
 
“Kalau bicara mengenai lurah khususnya Rauf Ledu, saya rasa inilah pemimpin yang benar-benar pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat Desa Leuwohung selama ini, tegas, jujur dan juga tepat dalam mengambil keputusan.  Dan yang saya sangat kagumi dari Rauf adalah wawasanya luar biasa sangat luas dan mumpuni dalam semua bidang.
 
Dalam upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat, berbagai cara telah ditempuh dan diperjuangkan oleh Rauf Ledu, yang dalam membangun Desa Leuwohung lebih ke hal-hal yang sifatnya non-fisik.  Penguatan sumber daya manusianyalah yang lebih diutamakan karena manusia sebagai perencana dan pelaku dalam setiap pembangunan.
 
Dalam setiap permasalahan yang dihadapi oleh desa selalu mengedepankan musyawarah, padahal kalau saya amati sebenarnya beliau ini sudah mempunyai jawaban atau tindakan untuk mengatasi masalah yang ada.  Dan ini menjadi pembelajaran bagi saya khususnya dan masyarakat pada umumnya.  Melalui analisanya yang menurut saya njlimet, akan tetapi saya jadi tahu bahwa, kalau harus memilih jawaban A misalnya resiko dan keuntungannya akan seperti ini dan sebaliknya, sehingga kita selaku masyarakat akan bisa memilih atau memutuskan yang terbaik untuk desa kami.
 
Bukan itu saja, yang sangat saya banggakan dari beliau adalah mengubah Desa Leuwohung yang kalau dahulu kita untuk mengakui Leuwohung sebagai desanya akan malu.  Karena memang Desa Leuwohung itu dulu citranya sangat tidak menyenangkan dan tidak punya apa yang bisa dibanggakan.  Tetapi dengan Rauf Ledu menjadi pemimpin apalagi sekarang kita akan dengan bangga menyebut “LEUWOHUNG” ketika orang bertanya dari mana asal atau desanya.
 
"Jadi, pintar itu enggak harus mahal, kok," kata Rauf Ledu.
 
Ia mengaku tergerak untuk menggagas dan mendirikan sebuah ruang untuk anak-anak sekolah sebagai wadah untuk belajar dan berbagi ilmu lantaran sebagian masyarakat di desanya menganggap bahwa pendidikan adalah sesuatu yang mahal. Tak heran, muncul anggapan bahwa tidak setiap orang berhak mendapatkan pendidikan. Ketika anak-anak di desa itu berpikir kondisi ekonomi keluarga mereka tak lagi mampu membiayai pendidikan, mereka tidak tahu siapa yang akan bertanggung jawab membiayai sekolahnya.
 
Untuk tujuan tersebut, dia memulainya dari anak-anak desa yang sehari-harinya jarang mendapat perhatian orangtuanya lantaran jadwal tidak menentu sebagai petani. Rauf Ledu berinisiatif memberikan pendampingan belajar. Di sana, anak-anak itu bisa menuangkan segala bentuk aktifitas mereka mereka, seperti belajar, bertanya, curhat dll. Dengan berkumpul, berinteraksi, dan melakukan aksi kreatif, Rauf mengaku yakin, perlahan rasa kepercayaan diri akan muncul di dalam diri anak-anak tersebut.  

Penulis : Muh. Amiruddin Salem M.Pd