Cerita seorang ibu dari negeri dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu


  Selasa, 21 Juni 2016

Ibu Olif atau lebih akrabnya di panggil dengan Tina Dimer umur 31 tahun yang tinggal di RT.2, adalah salah satu dari sekian banyak ibu di Desa Moa Kec. Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi  yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan Pelayanan Kesehatan dari petugas kesehatan.

Hasil wawancara dengan ibu Olif mengatakan bahwa salah satu penyebab  anaknya bernama Yusran umur 4 tahun ini mengalami Disabilitas, disebabkan semenjak bayi hingga saat ini Yusran belum pernah mendapatkan suntikan Vaksinasi dari petugas kesehatan, hal ini terjadi karena Petugas Kesehatan yang seyogianya tinggal dan menetap di Desa tidak ada di Desa Moa.

Ibu Olif menyampaikan, “saya tidak pernah membawa anak saya ke Puskesmas Kecamatan di Lawua sana untuk mendapatkan suntikan vaksinasi hal ini karena tidak adanya biaya motor ojeg”  kalaupun harus berjalan kaki pergi ke puskesmas yang jaraknya 24 km dari desa Moa, suka tidak suka juga harus membutuhkan biaya makan dan sebagainya. Sementara keluarga ini punya keterbatasan ekonomi.

Ibu Olif juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Yusran yang tidak berdaya ini, belum pernah mendapatkan sentuhan – sentuhan pengobatan dan makanan tambahan Gizi dari pihak Dinas terkait, walaupun sering kali, data keluarga dan data pribadi yusran dimintai dari Puskesmas Kecamatan. kata Ibu Olif.

Selama ini, ibu-ibu yang tinggal di desa Moa harus berjuang untuk membawa anaknya ke puskesmas, melewati jalan dan gunung yang curam dengan menggunakan motor ojeg serta dengan biaya Rp. 200.000,- Pulang Pergi, diluar biaya-biaya lainnya. Bahkan diwaktu musim hujan biaya ojeg motor relatif naik, sehingga ibu-ibu yang  membawa anaknya lebih memilih berkelompok sambil di temani suami dan pemerintah Desa berjalan kaki di waktu masih gelap sekitar jam 5 pagi dan tiba di puskesmas kecamatan sekitar Pk.11 siang, hal ini sudah terjadi sejak lama.