Serunya, Peserta Ekspo Potensi Desa Saling Berbagi Kiat Sukses


  Minggu, 25 September 2016

SUMBAR - Berbagai produk unggulan dan potensi desa dipamerkan dalam ekspo potensi desa yang diselenggarakan di GOR H Agus Salim Kota Padang. Tak hanya pengunjung, peserta ekspo juga saling berbagi kiat sukses daerah dalam memberdayakan produk unggulan desa.

Potensi desa yang dipamerkan usaha bersama petani Kabupaten Solok Sumatera Barat misalnya, unit usaha berupa sarana pasca panen produk kopi yang dikelola koperasi bersama, telah berhasil mengangkat harga kopi di Kabupaten Solok meningkat drastis. Jika sebelumnya harga kopi hanya dibandrol Rp2 ribu per kilogram kini meningkat menjadi Rp7 ribu per kilogram.

"Inisiatif mendirikan sarana pasca panen ini dilakukan oleh kumpulan para petani itu sendiri. Akhirnya dengan adanya sarana pasca panen, harga kopi di desa-desa meningkat drastis," ujar Teuku Firmansyah, Pengelola Koperasi Kopi Solok.

Selain itu, juga dipamerkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama Sukarame Kecamatan Leles Kabupaten Garut. BUMDes bersama ini dinobatkan menjadi BUMDes percontohan.

Meski demikian Cecep Ernanto, Konsultan Pengelolaan BUMDes bersama Sukaratu mengakui, ekspo potensi desa sendiri telah memberikannya banyak inspirasi untuk lebih mengembangkan BUMDes bersama yang dikelolanya.

"Ekspo potensi desa sangat bermanfaat tidak hanya untuk masyarakat, tapi juga bermanfaat bagi kami peserta ekspo. Ada banyak pelajaran penting bagi kami, kami bisa saling sharing (berbagi) informasi produk unggulan yang bisa dikembangkan. Kita juga bisa.saling berbagi pemahaman baru dari masing-masing peserta ekspo," ujar Cecep.

----   
Caption foto:
PASCA PANEN: Ramadhan, pengelola sarana pasca panen Kopi Solok sedang meracik seduhan kopi, Minggu (25/9). Sarana pasca panen kopi solok, adalah usaha bersama petani desa berupa koperasi yang berhasil meningkatkan harga kopi di Kabupaten Solok Sumatera Barat.