Temui JICA, Kemendesa PDTT Tindaklanjuti Kerjasama Pembangunan Pedesaan


  Kamis, 22 Desember 2016

Tokyo, 21 Desember 2016 - Delegasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengunjungi Japan International Cooperation Agency(JICA), di Tokyo, Jepang, Rabu (21/12). Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut inisiasi kerjasama antar dua pihak dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

"Kami berharap Jepang dapat bekerjasama dengan Indonesia, khususnya dalam hal pelatihan manajemen dan pemanfaatan Dana Desa di Indonesia agar dalam pemanfaatannya dapat benar-benar optimal dan tepat guna sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing desa,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT, Anwar Sanusi, di kantor JICA.

Sekjen Anwar menambahkan, Kemendesa PDTT juga menantikan adanya kesempatan untuk berbagi pengalaman dan mempelajari berbagai praktik terbaik yang dimiliki oleh Jepang di bidang pembangunan pedesaan, komunikasi, pertanian, kehutanan, perikanan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui distribusi beasiswa dari Pemerintah Jepang maupun melalui sejumlah bimbingan teknis yang dilakukan oleh para ahli dari Jepang.

Direktur Senior Departemen Asia Tenggara dan Pasifik JICA, Gen Yoneda, mengapresiasi kunjungan delegasi Kemendesa PDTT. Dirinya menyambut baik adanya pertemuan lanjutan ini. Dalam pertemuan tersebut, Yoneda juga mengungkapkan Kabupaten Wakatobi di Sulawesi Tenggara adalah salah satu contoh kerjasama Jepang dan Indonesia dalam pengembangan kapasitas dan pembangunan bidang budaya dan lingkungan.

“Kami sudah mempelajari proposal dari Kemendesa PDTT dan akan segera kami tindaklanjuti,” ujar Yoneda.

Dalam pertemuan ini, delegasi Kemendesa PDTT diwakili oleh Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi, Inspektur Jenderal Sugito, Kepala Biro Humas dan Kerjasama Fajar Tri Suprapto, dan Sekretaris Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi Putut Edi Sasono.

Sebelumnya, penjajakan kerjasama dengan JICA telah diinisiasi pada pertengahan pertengahan November 2015 lalu. Pertemuan antara Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi saat itu, Marwan Jafar, dan Presiden JICA Shinichi Kitaoka, mendiskusikan kerjasama dalam hal hibah, pembangunan infrastruktur, dan bantuan-bantuan lainnya.