Selasa, 17 Januari 2017

Gorontalo, 11 Januari 2017 – Peningkatan skala produksi dan skala ekonomi Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) menjadi agenda strategis pemerintah. Dengan fokus pada produk unggulan tersebut, pemasukan dan pendapatan masyarakat desa diyakini akan meningkat.

“Para Kepala Desa tolong segera tentukan produk unggulan desa. Pemerintah akan beri insentif diantaranya dengan memberikan bibit dan sarana produksi gratis untuk menstimulan pengembangan produk unggulan tersebut,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Sandjojo, saat Forum SIlaturahmi Pengurus DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Gorontalo, di Gorontalo, Rabu (11/01).

Menteri Eko menambahkan, Presiden sudah meminta agar 19 Kementerian/ Lembaga saling mendukung program pembangunan di desa. Selain itu, pemerintah juga akan mendorong dunia usaha untuk berinvestasi di unit sarana produksi desa. Sinergi terus dilakukan agar desa dapat terus menjadi pendorong ekonomi nasional dengan mengembangkan konsep satu desa satu produk.

“Provinsi Gorontalo kita jadikan model pembangunan agrikultur di Indonesia. Produksi jagung jadi unggulan disini. Makanya provinsi ini terkenal dengan sebutan lumbung jagung. Dengan fokus pada satu produk unggulan, saya yakin skala produksi semakin besar, desa akan maju, dan petaninya memiliki pengalaman khusus,” lanjutnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Mendes PDTT Eko Sandjojo juga berpesan agar dana desa sebesar Rp 200-300 juta dialokasikan untuk membangun embung air desa. Sarana tersebut dinilai akan meningkatkan produktivitas hasil tani, dari satu kali menjadi tiga kali panen dalam setahun. Selain itu, desa juga harus membesarkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

“Setiap desa yang membuat embung akan kami berikan pompa gratis. Embung juga nantinya dapat digunakan sebagai usaha perikanan dan pariwisata. BUMDes yang akan mengelola itu,” ujar Mendes PDTT Eko Sandjojo.

Di tahun 2017 ini, jumlah dana desa yang akan disalurkan naik dari Rp 46,9 trilyun menjadi Rp 60 trilyun. Dengan jumlah tersebut, setiap desa rata-rata akan mendapatkan Rp 800-900 juta. Jumlah desa yang akan mendapatkan dana desa pada tahun ini yakni 74.910 desa.