Dana Desa 2017 Prioritaskan Bangun Embung


  Jumat, 13 Januari 2017

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandjojo mengatakan, dana desa mengalami kenaikan dari Rp46,98 Triliun di Tahun 2016 menjadi Rp60 Triliun tahun ini. Dari jumlah tersebut sebesar Rp20 Triliun akan diprioritaskan untuk membangun Embung.

 

Berdasarkan data Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, dari total 15.000 desa prioritas pembangunan saat ini, terdapat 7.440 Desa yang membutuhkan pembangunan infrastruktur sumber-sumber air. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemendes PDTT bersama Kementerian Pertanian, saling bekerjasama dalam pembangunan embung sebagai salah satu infrastruktur sumber air pertanian

 

“Embung ini Karena diminta Menteri Pertanian, dalam tiga bulan kemarin sudah sebanyak 628 embung yang terbangun. Soal embung ini sudah kita sosialisasikan ke desa-desa, bahwa desa berbasis pertanian agar mengalokasikan sebagian dana desanya untuk membangun embung,” ujarnya saat menjadi pembicara pada Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2017 di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (5/1).

 

Dari 74.754 desa di Indonesia sebanyak 82,77 persen di antaranya memiki sumber penghasilan di bidang pertanian. Namun sebagian besar desa hanya mampu panen 1,4 kali dalam setahun Karena kekurangan sumber air.

 

“Kalau desa punya embung, petani akan mampu panen hingga 3 kali dama setahun. Sehingga produktifitas akan meningkat. Tapi ketika produktifitas meningkat, maka akan timbul masalah baru. Karena kita masih kekurangan sarana pasca panen,” ungkapnya.

 

Berbicara soal pertanian lanjut Eko, maka desa harus memproduksi hasil pertanian dalam skala besar dan terintegerasi. Menurutnya, desa-desa yang fokus pada satu produk tertentu, rata-rata penghasilan warganya sebesar Rp2,5 juta per bulan.

 

“Sayangnya masih banyak desa yang belum fokus. Kalau belum fokus, sarana pasca panen akan sulit masuk, dan biaya distribusi juga menjadi tinggi,” terangnya.

 

Di sisi lain Menteri Eko juga mengungkapkan, bahwa pembangunan desa menggunakan system padat karya melalui dana desa, telah mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Bahkan, pertumbuhan ekonomi di desa saat ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

 

“Pertumbuhan ekonomi di desa jauh lebih besar dibandingkan rata-rata nasional. Tahun 2015, rata-rata nasional meningkat dari 4,8 menjadi 5 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di desa di atas 12 persen. Terbukti desa bisa mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.