Senin, 13 Nopember 2017

Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menghadiri rapat dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama sejumlah direksi yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada Kamis (9/10) di Wisma BNI, Jakarta.

Dalam rapat yang membahas terkait kewirausahaan pertanian tersebut bertujuan untuk menambah daya produksi hasil pertanian sehingga pada sektor pertanian akan mampu mewujukan kesejahteraan petani, stabilitas harga, dan stabilitas ketersediaan padi nasional.

Kewirausahaan pertanian ini juga menyinergikan elemen petani dalam bentuk kelompok tani (Poktan) atau gabungan kelompok tani (Gapoktan), perkumpulan BUMDes dan PT Mitra BUMDes Nusantara dalam wadah PT BUMDes Bersama Kecamatan dengan tujuan agar usaha atau bisnis petani ini dapat dikonsolidasikan menjadi usaha yang profesional secara end to end mulai dari proses produksi sampai dengan pemasaran hasil pertanian dengan skala ekonomi yang lebih optimal.

"Dalam pertemuan ini, kita berharap bisa lebih cepat dalam mengembangkan kewirausahaan pertanian yang telah didukung oleh Himbara," kata Eko Putro Sandjojo dihadapan sejumlah Direksi Himbara yang terdiri dari Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan direksi lainnya.

Eko Berharap Himbara juga bisa turut mengembangkan kewirausahaan pertaniannya ke kawasan trasmigrasi yang tersebar di luar pulau Jawa serta ke daerah lainnya.

"Kawasan Transmigrasi sudah memiliki banyak cluster pertanian yang cukup luas yang perlu mendapat sentuhan. Himbara tinggal masuk ke daerah transmigrasi dan saya yakin dampaknya akan sangat besar sekali buat meningkatkan pendapatan masyarakat," katanya.

Dalam rapat, Eko juga mengingatkan bahwa saat ini isu yang tengah menjadi sorotan adalah adanya penambahan jumlah pengangguran, untuk dapat menguranginya bisa dengan program padat karya yang dapat menambah lapangan kerja baru di desa maupun di kawasan transmigrasi.

"Jadi, kalau komoditi padi itu sudah jelas, kita tambah lagi tiga komoditi seperti jagung, gula dan garam. Komoditi ini, kalau kita gerebek besama-sama akan menciptakan tenaga kerja yang sangat besar," pungkasnya.