Selasa, 14 Nopember 2017

Jakarta – Untuk pemerataan pembangunan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus berkomitmen mendorong desa-desa untuk terus berinovasi.

Pemerintah 3 tahun terakhir ini berkomitmen membangun dari desa-desa, keseriusan itu ditandai dengan kucuran dana desa hingga 127 triliun.

“Awalnya kepala desa kita tidak siap, kebanyakan dari mereka berpendidikan rendah, tapi kalau kita tidak pernah memulai mereka tidak akan pernah siap," ujar Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, saat menjadi pembicara dalam acara malam penganugerahan Indonesia Property and Bank Award (IPBA) ke – XII 2017 dan ABPEDNAS Award di Jakarta (9/11).

Ia mengapresiasi desa-desa yang terus berinovasi seperti Desa Ponggok dan Panggungharjo. Menurutnya desa akan maju jika kepala desanya inovatif dan kreatif.

“Kepala Desa Ponggok dan Kepala Desa Panggungharjo ini salah satu dari kepala desa-kepala desa kreatif yang memajukan desanya dengan inovasi – inovasi baru melalui pengembangan BUMDes” ujarnya.

Ia menjelaskan BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok, Klaten mampu mencapai omset Rp 10,3 Miliar. Sedangkan Desa Panggungharjo dengan bank sampah dan pengelolaan biodieselnya mampu meraup keuntungan hampir 100 juta/bulan.

“Jangan underestimate terhadap BUMDes, contohnya Desa Ponggok pada 2015 penghasilan BUMDesnya Rp 5,18 Miliar dan Tahun 2016 meningkat Rp 10,3 Miliar, selain itu memberikan beasiswa  hingga sarjana tiap satu kepala keluarga, ada jaminan kesehatan juga, dll” ujarnya optimis.

Untuk meningkatkan tata kelola manajemen BUMDes, Kemendes PDTT menginisiasi pembentukan PT. Mitra BUMDes Nusantara (MBS) sebagai holding company.

“Kalau di desa, BUMDes bisa mencapai 1 Miliar saja, kita buat PT. Mitra BUMDes Nusantara, rata-rata penghasilannya akan mencapai Rp 75 Triliun dalam satu tahun, desa potensinya besar,” tegasnya.

ABPEDNAS (Asosiasi Badan Permusyawaratan Nasional) yang merupakan badan yang menaungi BPD (Badan Permusyawaratan Daerah) seluruh Indonesia memberikan penghargaan dan apresiasi untuk desa-desa terbaik diantaranya Desa Sukamanah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Desa Manjasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten dan  Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul pada ABPEDNAS Award yang pertama.

Selain itu, Dirjen Otonomi Daerah, Sumarsono menyatakan bahwa salah satu arah kebijakan dalam pembinaan Pemerintah Daerah yaitu mendorong inovasi daerah, menurutnya Indonesia tidak maju jika desanya tidak maju.

Sedangkan Tanri Abeng menambahkan bahwa musuh bangsa adalah kesenjangan, adanya kesenjangan antara kota dan desa bisa dibatasi dengan pendidikan.

“Desa-desa bisa makmur karena management, bukan penguasaan lahan tapi kreativitas inovasi dan nilai tambah yang bisa dicapai dengan pendidikan,” pungkasnya.