Selasa, 14 Nopember 2017

Jakarta - Peringatan hari pahlawan yang selalu diperingati pada tanggal 10 November dapat dijadikan sebagai cermin atau refleksi pengorbanan, keteladanan dan keteguhan untuk harapan masa depan dengan terus bekerja dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan sejahtera.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dalam momentum ini mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan berjuang dalam membangun desa dengan semangat kepahlawanan.

Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) Peringatan Hari Pahlawan di halaman parkir Kantor Kemendes PDTT pada Jumat (10/11) menyampaikan bahwa Indonesia masih memiliki sekitar 17 juta penduduk yang masih hidup dalam kemiskinan dengan jumlah penduduk miskin terbesar masih terdapat di pedesaan dibanding di perkotaan.

"Dengan semangat kerja keras secara bersama-sama dapat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut dengan lebih cepat," katanya.

Pemerintah pusat telah berkomitmen dalam membangun desa dengan dibuktikan adanya salah satu program yakni dana desa yang anggarannya secara langsung digelontorkan ke desa untuk pembangunan di desa.

"Kebijakan anggaran dana desa yang digelontorkan langsung ke desa tersebut hingga saat ini masih terdapat persoalan yang menyangkut pelaksanaan dana desa, salah satunya yakni mengenai penyalahgunaan dana desa dan praktik pemanfaatan yang masih belum dapat berjalan maksimal," katanya.

Kemendes PDTT, kata Anwar Sanusi, merupakan salah satu pihak yang memiliki andil untuk mengawal pengelolaan dana desa, agar lebih berkualitas telah membentuk satgas dana desa dengan melibatkan NGO anti korupsi dan bekerjasama dengan aparat penegak hukum (Polri, Kejaksaan dan KPK) serta bekerjasam dengan instansi lainnya seperti Kemendagri, Kemenkeu, BPKP dan BPK.

"Namun, hal tersebut perlu didukung dengan meningkatkan pelaksanaan transparansi penggunaan, partisipasi masyarakat, pengawasan, perbaikan sistem dan penegakan hukum yang tegas," ujarnya.