Rabu, 15 Maret 2017

JAKARTA – Salah satu fokus Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KDPDTT) adalah membangun desa dengan konsep pembangunan kawasan perdesaan. Untuk lebih memahami program tersebut Bagian Informasi dan Pelayanan Pengaduan (IPP) pada Biro Humas dan Kerjasama, Sekretariat Jenderal KDPDTT mengundang Sekretaris Direktorat Jenderal  Pembangunan Kawasan Perdesaan (SesditjenPKP) Ir. Harlina Sulistyorini, M.Si sebagai narasumber dalam Sharing Knowledge yang merupakan acara rutin Mingguan Bagian IPP, Rabu (8/2) lalu.

Kepada narasumber, Kepala Biro Humas dan Kerjasama Fajar Tri Suprapto memperkenalkan keberadaan Call Center di Biro Humas yang tugas dan fungsinya adalah menerima laporan melalui telepon 1500040 dari masyarakat. Yang biasanya berupa pertanyaan yang kebanyakan ditujukan kepada unit teknis yaitu unit kerja eselon-1 (UKE-1/Kedirjenan). “Tentu saja, dalam kegiatan call center ini, para staf yang bertugas harus dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk menjawab pertanyaan atau keluhan, dan mencatat aspirasi masyarakat yang menelpon yang kemudian disampaikan ke unit kerja terkait,” paparnya.

Untuk itu, Karo Humas dan Kerjasama mengatakan perlunya bekal data dan intormasi yang akurat dan lengkap. Apalagi bagian ini (call center) telah melaksanakan kegiatan dengan kerja keras dengan jadwal yang tepat waktu mulai jam 07.00 – hingga 20.00 wib. Ini perlu diapresiasi, salah satunya adalah dengan selalu diberikan update informasi tentang program yang sedang dan akan dikerjakan oleh masing-masing UKE-1, untuk hari ini dilaksanakan dengan Ditjen PKP.

Dalam kesempatan itu, karena sharing knowledge adalah bertujuan untuk lebih mengenal ke dalam, Sesditjen PKP pun memulai paparannya dengan memperkenalkan struktur organisasi dan pejabat yang memimpin pada masing-masing direktorat di lingkungan Ditjen PKP.

Selanjutnya juga dipaparkan Tugas dan Fungsi Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan yang mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan kawasan perdesaan, pembangunan sarana/prasarana kawasan perdesaan, dan pembangunan ekonomi kawasan perdesaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Seperti diketahui setelah fokus pada infrastruktur di tahun pertama penggunaan dana desa dan pengembangan ekonomi lokal masyarakat pedesaan pada tahun kedua, agenda strategis Kementerian Desa Tahun 2017-2019 menetapkan empat agenda yaitu: 1). Peningkatan skala produksi dan skala ekonomi Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) melalui pembangunan sarana produksi, dan sarana pascapanen; 2). Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Badan Usaha Antardesa (BUMDesa Bersama) melalui holding BUMDesa dan BUMDesa Bersama; 3). Pembangunan Embung; dan 4). Pembangunan Sarana Olahraga Desa (RAGA Desa).

Ditjen PKP melaksanakan empat program prioritas tersebut berdasakan konsep kawasan yang menjadi tugas dan fungsi kedirjenan ini. “Akan lebih mudah suatu desa mengembangkan diri apabila mereka melakukan kerja sama antardesa, karena kekuatannya akan lebih besar dengan sumberdaya yang lebih besar pula. Sehingga dibentuklah kawasan,” kata Harlina.

Tentang kegiatan Sharing Knowledge itu sendiri Kepala Bagian Informasi dan Pelayanan Pengaduan Erlin Chaerlinatun mengatakan Call Center yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini telah mendapat respons yang cukup positif dari masyarakat. Ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk dan telah dijawab oleh tim call center. “Namun demikian banyak pertanyaan yang masih membutuhkan tindak lanjut dan perlu  ditangani oleh unit kerja teknis terkait, sehingga masyarakat  mendapatkan  pelayanan yang baik atas pertanyaannya,” ungkapnya.

Dengan adanya persoalan tersebut, dan perkembangan yang tentu saja terjadi, maka Tim IPP mengadakan Sharing Knowledge untuk mendapatkan updating program dan pembaruan yang ada di UKE-1 sebagai pemegang teknis kegiatan dari kementerian ini. “Kegiatan ini dilaksanakan seminggu sekali dengan mengundang PIC UKE-1 secara bergiliran,” katanya.(*)