Rabu, 02 Agustus 2017

Jakarta –  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)  akan melakukan kerjasama dengan Badan Pusat Statistik dalam melakukan monitoring penggunaan dana desa yang sudah disalurkan ke sejumlah desa.

Hal itu diketahui saat Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat melakukan rapat koordinasi dengan Kepala BPS Kecuk Suharyanto di Kantor BPS, Jakarta pada Selasa (1/8). Dalam  rapat tersebut, Eko membeberkan terkait program prioritas penggunaan dana dan hasil pencapaian dari penggunaan dana desa pada 2016 yang dinilai telah menghasilkan banyak manfaat bagi pembangunan di pedesaan.

"Banyak manfaat yang dihasilkan dari penggunaan dana desa, kami sudah punya data dan data kami mungkin berbeda dengan data BPS. Karena itu, perlu ada langkah untuk menyinkronkan data dari Kemendes PDTT dengan BPS," kata Eko Putro Sandjojo.

Karena itu, sebagai langkah upaya dalam menyinkronkan suatu data tentang penggunaan dana desa, Kemendes PDTT dan BPS akan bersama-sama melakukan monitoring penggunaan dana desa. Dalam hal ini, monitoring penggunaan dana desa oleh Kemendes PDTT akan dilibatkan para pendamping desa dan dari BPS akan melibatkan para koordinator statistik yang terdapat di kecamatan.

“Dalam monitoring ini, nantinya akan menghasilkan data yang lengkap dan akurat. Data yang lengkap inilah sangat penting dalam keberhasilan suatu program,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Kecuk Suharyanto menyebutkan bahwa BPS sudah memiliki system informasi geografis untuk desa yang terdapat di Kalimantan Barat. Sistem informasi Geografis tersebut sangat bermanfaat karena dapat mengetahui lokasi desa dan fasilitas yang terdapat di desa beserta dengan foto-fotonya.

“Dalam kerjasama dengan Kemendes PDTT, Petugas kami akan mengumpulkan data dan para pendamping desa nantinya akan mengambil foto-foto mengenai berbagai infrastruktur yang sudah dibangun  di desa. Setelah itu, nantinya akan kita gabungkan dan kita masukkan kedalam system informasi geografis yang kita miliki. Kita berharap kerjasama ini sudah bisa berjalan di tahun 2018,” katanya.