Rabu, 01 Nopember 2017

Jakarta - Sedikitnya lebih dari Rp 120 triliun anggaran dari pemerintah pusat yang telah digelontorkan secara langsung untuk desa melalui dana desa selama 3 tahun pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla.

Adapun anggaran dana desa yang telah digelontorkan setiap tahunnya yakni pada 2015 sebesar Rp 20,67 triliun, Rp 46,98 triliun pada 2016 dan sebesar Rp 60 triliun pada 2017.

"2015 kita ketahui memang perangkat desa belum siap untuk menerima dana desa. Namun, Presiden Jokowi menegaskan kalau belum siap, maka dana desa tidak akan pernah bisa dimulai. Akhirnya dana desa digelontorkan untuk yang pertama kalinya. Hasilnya, dana desa terserap hanya 82 persen. Meski belum maksimal penyerapannya, anggaran 2016 dana desa kembali di naikkan dan penyerapannya meningkat menjadi 97,5 persen. Tahun ini, penyerapan dana desa hingga bulan september telah mencapai hampir 90 persen," kata Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Dari anggaran setiap tahunnya yang diberikan langsung ke desa, Eko mengatakan bahwa dana desa telah mendukung kegiatan ekonomi masyarakat desa dengan pembangunan jalan desa lebih dari 120 kilometer, jembatan 1.960 kilometer, pasar desa 5.220 unit, tambatan perahu 5.116, bumdes 21.811, embung 2047, irigasi 41739, sarana olahraga 2336.

Bukan hanya mendukung kegiatan ekonomi. Tapi, pemanfaatannya juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dengan pembangunan 21.357 unit PAUD , 13.973 unit Posyandu, 6.041 unit Polindes, 82.356 MCK, 32.711 unit air bersih, 291.393 penahan tanah dan 45.865 sumur.

"Dengan adanya dana desa yang selalu dikucurkan setiap tahunnya, target untuk pengentasan desa tertinggal menjadi desa berkembang dan desa berkembang menjadi desa mandiri sudah melebihi target RPJMN 2019. Kita akan terus meningkatkan sumber-sumber ekonomi baru dari desa yang mampu berkontribusi besar pada produk domestik bruto secara nasional," katanya.

Lebih lanjut Eko mengingatkan bahwa Kemendes PDTT telah mengarahkan penggunaan dana desa untuk 4 program prioritas. Keempat program tersebut yakni pengembangan Produk unggulan desa, pembangunan embung, pembentukan BUMDes dan pembangunan sarana olahraga.

"Kalau itu dijalankan, saya yakin pertumbuhanan ekonomi dan pendapatan masyarakat di desa akan terus mengalami peningkatan," katanya.