Prukades Potensi Serap 18.000.0000 Tenaga Kerja

  Senin, 04 Desember 2017

JAKARTA – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo optimistis program produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) bakal banyak menyedot banyak tenaga kerja. Salah satu program prioritas dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) ini diproyeksikan bisa menyerap hingga 18.000.000 tenaga kerja.

“Saat ini kita masih melakukan impor terhadap sejumlah produk yang bisa diproduksi di dalam negeri. Jika produk-produk itu bisa kita kelola menjadi produk unggulan maka bisa mendatangkan banyak manfaat termasuk penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar,” ujar Menteri Eko saat menerima kunjungan dari jajaran KORAN SINDO, di Kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta.

Dia menjelaskan saat ini Indonesia masih impor jagung, gula, dan garam. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Indonesia mengimpor jagung sebanyak 5 juta ton, gula 3,5 juta ton, dan garam 3 juta ton. Menurutnya fakta tersebut merupakan peluang bagi desa untuk menciptakan produk unggulan. “Kami saat ini telah menjadikan jagung, gula, dan garam sebagai produk unggulan yang sedang dikembangkan di berbagai daerah,” katanya. 

Prukades seperti jagung, gula, dan garam, kata Menteri Eko sangat potensial untuk menyerap tenaga kerja. Dia mencontohkan untuk memenuhi kebutuhan 5 juta ton jagung saja dibutuhkan 5 juta tenaga kerja. Perhitungan ini didasarkan pada setiap hektare lahan jagung membutuhkan 10 pekerja. Jika kebutuhan jagung 5 juta ton berarti dibutuhkan setidaknya 500.000 hektare dengan asumsi setiap 1 hektare lahan menghasilkan 10 ton jagung per tahun.  “Berdasarkan perhitungan kami untuk memenuhi kebutuhan gula dibutuhkan 10 juta pekerja dan untuk memenuhi pasokan garam kita membutuhkan 3 juta orang pekerja,” katanya.

Dari ketiga komoditas tersebut, lanjut Menteri Eko sudah bisa diserap sekitar 18.000.000 tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja  berpotensi lebih besar jika muncul prukades-prukades lain seperti di bidang perikanan, pariwisata, dan produk pertanian lain. “Tahun depan jika tidak ada aral melintang prukades ini oleh Presiden Joko Widodo akan dijadikan sebagai gerakan nasional karena potensinya sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa dan menyerap tenaga kerja,” katanya.