Sekjen Kemendes Minta DMIJ Bersinergi dengan Dana Desa

  Kamis, 14 Desember 2017

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi meminta Bupati Indragiri Hilir mensinergikan program DMIJ (Desa Maju Inhil Jaya) dengan program dana desa. Ia meyakini, kolaborasi antara dua program tersebut akan semakin mempercepat akselerasi pembangunan desa-desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan dari Bupati Indragiri Hilir di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Senin (11/12).

“Kalau diakumulasi setiap desa di Indragiri Hilir bisa dapat hampir Rp2 Miliar. Dari DMIJ bisa Rp900 juta, dana desa Rp800 juta, ditambah dengan dana dari provinsi atau yang lain. Kita bisa mempercepat mewujudkan desa maju dengan kolaborasi DMIJ dana dana desa. Saya rasa ini akan menjadi lompatan yang sangat bagus,” ujarnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan data dari Indeks Desa Membangun (IDM), Kabupaten Indragiri Hilir masih masuk dalam kategori daerah tertinggal. Ia berharap, pembangunan yang dilakukan melalui dana desa dan DMIJ dapat memberikan perubahan signifikan dan mengangkat Indragiri Hilir menjadi daerah maju.

“Saya rasa ini akan ada perubahan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Anwar Sanusi mengingatkan, penggunaan dana desa tahun 2018 diarahkan untuk empat program prioritas yakni Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Embung Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan sarana olahraga desa. Ia mengatakan, empat program prioritas tersebut didorong untuk bisa menumbuhkan kegiatan-kegiatan produktif di desa.

Dalam Tiga tahun dana desa berjalan lanjutnya, sudah memberikan kontribusi untuk perbaikan infrastruktur ekonomi dan sosial dasar. Tercatat, dana desa hingga saat ini telah membangun sepanjang 121.709 kilometer jalan desa, 1.960 kilometer jembatan, pasar desa, embung, tambatan perahu, PAUD, Polindes, dan ragam infratsruktur desa lainnya.

“Dengan ini ekonomi akan mengalami perbaikan. Orang membutuhkan tambahan biaya untuk jalan rusak, kita ajwab dengan pembangunan jalan. Orang utuh dana untuk meneyberang, kita jawab dengan jembatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan menjelaskan, DMIJ adalah program yang dilaksanakan oleh Kabupaten Indragiri Hilir sejak tahun 2014 lalu. Untuk tahun 2017 ini saja, dana DMIJ yang dianggarkan sebesar Rp125,7 Miliar. Sedangkan total dana desa dari APBN untuk Indragiri Hilir sebesar Rp156,5 Miliar.

“Kalau air di desa-desa kami punya banyak, jadi mungkin tidak membutuhkan embung. Hanya saja kami punya produk unggulan yaitu kelapa,” ujarnya.

 

Untuk diketahui, selain Bupati Indragiri Hilir, kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Riau, Agus Triansah, Kepala Dinas PMD Provinsi Riau, Syarifuddin, Wakil Bupati Rokan Hilir, Jamiludin, dan Sekda Kuantan Singingi, Muharliyus. Pertemuan yang disambut oleh Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, didampingi Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Ahmad Erani Yustika, dan Sesdirjen Pembangunan, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Mukhlis tersebut membicarakan tentang pembangunan desa dan kawasan perdesaan di masing-masing daerah.