Transmigrasi Dorong Lahirnya Pusat Perekonomian Baru

  Jumat, 29 Desember 2017

JAKARTA – Program Transmigrasi mempunyai peran penting dalam menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru di berbagai kawasan Indonesia. Wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolir menjadi berkembang dengan kedatangan para transmigran.

“Program transmigrasi mempunyai potensi untuk menjadi solusi atas problematika kemiskinan, ketimpangan dan distribusi ketimpangan penduduk. Bahkan program transmigrasi telah terbukti berkontribusi bagi lahirnya dua provinsi baru yaitu Kalimantan Utara dan Sulawesi Barat,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Anwar Sanusi saat membuka acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Dukungan Lintas Sektor dalam Pengembangan Kawasan Transmigrasi di Jakarta (27/12) .

Anwar menjelaskan pemerintah terus berkomitmen mengembangkan kawasan transmigrasi salah satunya dengan program pembentukan Kota Terpadu Mandiri (KTM) atau Kawasan Perkotaan Baru (KPB). Sejak dicanangkan tahun 2007 sampai saat ini telah dibangun dan dikembangkan sejumlah 48 KTM yang tersebar di 23 Provinsi dan 45 Kabupaten. Berbagai KTM tersebut kini menjadi motor perekonomian baru bagi kawasan di sekitarnya.

“Pengembangan KTM ini membutuhkan kerjasama lintas sektor sehingga dibutuhkan pola komunikasi yang solid antar stakeholder program transmigrasi,” ujarnya.

Dia mengatakan program transmigrasi jika dilihat lebih utuh merupakan program lintas kementerian/lembaga. Meskipun Kemendesa PDTT menjadi leading sector untuk pengembangan kawasan, namun tidak bisa lepas dari dukungan dari kementerian dan lembaga lain.

“Ketika kita mau mengembangkan KTM kan memang kewenangan kita, tapi jika akan dihubungkan dengan lokasi induknya, kan butuh transportasi, kewenangan induknya ada di kementerian PUPR. Begitu juga ketika kita akan mengembangkan produk pertanian maka tidak lepas peran Kementerian Pertanian,” katanya.

Sekjen Anwar berharap rapat kordinasi lintas sektor yang diikuti perwakilan kementerian/lembaga yang terlibat dalam program transmigrasi bisa menghasilkan berbagai rekomendasi kongkret untuk pengembangan program transmigrasi kedepan. Menurutnya keterlibatan berbagai kementerian/lembaga akan berkontribusi positif terhadap pengembangan program transmigrasi.

“Adanya dukungan dari pihak swasta, perbankan, peran perguruan tinggi, program yang diusung dari berbagai unit dan sektor itu dapat menciptakan produktifitas ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi, M. Nurdin mengatakan bahwa sasaran prioritas pembangunan nasional bidang ketransmigrasian tahun 2015-2019 adalah berkembangnya 20 Kawasan Perkotaan Baru (KPB) atau Kota Terpadu Mandiri (KTM) sebagai embrio kota-kota kecil/pusat pertumbuhan. Saat ini telah berdiri 11 KTM, sehingga target pengembangan KTM baru masih kurang 9.

“Target RPJMN kita 20 KTM, sekarang sudah ada 11 KTM, sisanya 9 KTM lagi yang kita support dengan pihak swasta selama 2 tahun ini,” ujarnya. 

Dia mengatakan kedepan pihaknya akan mensinergikan berbagai progran prioritas Kemendesa PDTT dalam pengembangan program transmigrasi. Menurutnya di berbagai kawasan transmigrasi akan dikembangkan program unggulan kawasan perdesaan (Prukades) sehingga mempunyai skala ekonomi besar. Saat ini beberapa KTM telah menjadi sentra-sentra prukades.

“Kami akan alokasikan anggaran hingga Rp1,6 Triliun untuk mengembangkan sentra-sentra produksi produk-produk unggulan. Saat ini di KTM Mesuji telah kita kembangkan untuk menjadi sentra beras dan jagung. Tidak menutup kemungkinan KTM lain akan menjadi sentra unggulan lain yang sesuai dengan potensi lokal mereka,” katanya.

Sementara itu, Adi Sulistyowati dari BNI menyatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu permodalan melalui fasilitas kredit murah di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia. Berbagai fasilitas kredit itu diharapkan menjadi stimulan bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

“Kami menggandeng pemerintah, support BUMDes. Peran perbankan sebagai pendamipingan dan mengedukasi, di sektor pertanian, bagaimana mewirausahakan masyarakat desa khususnya masyarakat transmigrasi. 2700 sudah kita damping bumdesnya,” ujarnya.