Kemendes PDTT Dorong Rumah Zakat Dirikan Modal Ventura di Desa

  Kamis, 01 Maret 2018

JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengapresiasi pembentukan Desa Berdaya yang diinisiasi oleh Rumah Zakat. Untuk terus mengembangkan Desa Berdaya tersebut, Kemendes PDTT juga mendorong Rumah Zakat untuk berinvestasi di desa dalam bentuk modal ventura. Hal itu dibutuhkan untuk mengakselerasi pengentasan kemiskinan di desa.

“PR (pekerjaan rumah) besar kita yakni kemiskinan di desa-desa sebesar 12%. Harus digerebek bersama-sama dengan 19 kementerian/ lembaga lain supaya dampaknya semakin terlihat. Saya apresiasi Rumah Zakat dengan program Desa Berdaya-nya. Rumah Zakat juga bisa masuk di modal ventura dan pendampingan,” ujar Mendes PDTT, Eko Sandjojo, dalam acara Event Pemberdayaan “Desa Berdaya Sharing Session” di Kantor Kemendes PDTT, di Jakarta, Rabu (28/2).

Menteri Eko menambahkan, dengan pembentukan modal ventura di desa, dirinya mengharapkan Rumah Zakat juga dapat membantu permodalan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Selain untuk mempercepat pengembangan Desa Berdaya dengan target membangun 1.234 Desa Berdaya di tahun 2018 ini, permodalan tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat desa untuk mengembangkan empat program prioritas pembangunan desa.

“Rumah Zakat juga nanti kita minta untuk buat satu modal ventura. Dalam model program Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan) KUR di atas 25 juta harus ada modal sendirinya. Kalau kita bisa libatkan modal ventura, kita bisa membantu program-program itu berjalan, kalau tidak, akan terkendala, programnya ada, off-takernya ada, tapi modal sendirinya tidak ada, nah modal ventura bisa masuk di situ,” sambungnya.

Dirinya juga meminta agar Rumah Zakat untuk berkolaborasi dengan para pendamping desa. Menteri Eko berharap, kolaborasi tersebut dapat membantu pengembangan diri para pendamping desa dan fasilitator Desa Berdaya melalui pelatihan kemampuan dalam bidang pemberdayaan.

Sementara itu, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengungkapkan pada 2017 lalu sudah terbina Desa Berdaya sebanyak 1.056 desa di 172 kabupaten yang tersebar di 21 Provinsi. Dirinya pun menargetkan pada 2018 ini akan terbentuk 1.234 Desa Berdaya di 34 Provinsi. Jumlah penerima manfaat pun tercatat sebanyak 1.621.982 orang.

“Saat ini Rumah Zakat melakukan MoU dengan Kemendes PDTT. Harapannya dengan sinergi ini dapat memotivasi pihak lain supaya ikut bersama mengeroyok desa sehingga lebih cepat memberdayakan desa. Kita akan kerjasama dalam bentuk modal ventura dan pendampingan,” ujarnya.

Nur Efendi menambahkan, empat pilar program Desa Berdaya yang telah diimplementasikan meliputi aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Bentuk pemberdayaan ekonomi berupa koperasi, kelompok usaha, dan kelompok ternak. Sedangkan pemberdayaan pendidikan yaitu PAUD dan kelompok literasi. Pemberdayaan Kesehatan berupa Posyandu. Serta pemberdayaan lingkungan meliputi komunitas peduli lingkungan, dan desa siaga bencana

“Kami juga membentuk Forum Desa Berdaya yang menjadi forum berkumpulnya pemuda untuk menyusun strategi pemberdayaan, peningkatan kapasitas dan kemampuan, advokasi, serta sinergi antardesa,” pungkasnya.