DWP Kemendes PDTT Bantu Penanganan Stunting

  Senin, 05 Maret 2018

KEBUMEN - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan kunjungan dalam rangka kegiatan gerakan bersama percepatan penanganan stunting dan festival pelayanan sosial dasar serta bhakti sosial untuk pasca banjir di Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Kebumen, Jawa Tengah pada Selasa (27/2).

Penasehat DWP Kemendes PDTT Sri Mega Darmi Sandjojo dalam kunjungannya ini meminta kepada para kaum perempuan di desa untuk lebih meningkatkan perannya dalam keterlibatannya mendukung pembangunan desa.

Menurutnya, desa sangat memerlukan keterlibatan perempuan secara partisipatif dalam perencanaan pembangunan desa dan menjadi hal penting dalam memastikan pembangunan desa yang mempunyai manfaat sesuai kebutuhan perempuan termasuk anak-anak.

"Disini peran perempuan sangat bermakna, jika keterlibatannya dapat diwujudkan ditengah perkembangan desa yang dipengaruhi oleh arus global dan perkembangan pada zaman now. tantangan desa saat ini adalah masalah tingginya angka stunting di Indonesia, terutama pada anak-anak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," kata Sri Mega Darmi atau biasa di sapa Riri yang dalam kunjungannya di sambut Wakil Bupati Kebumen Yazid Mahfudz.

Riri menyampaikan bahwa DWP Kemendes PDTT akan terus berperan aktif dalam mensosialisasikan kepada masyarakat di desa agar peningkatan akses pelayanan sosial dasar dapat di akses dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa terutama bagi kaum perempuan yang menjadi  tiang kehidupan dalam membangun karakter anak dan menjaga hidup sehat, tumbuh kembang anak hingga dewasa.

"Kaum perempuan lebih dapat memperhatikan bagaimana pertumbuhan anak yang berkarakter, untuk itu kita sebagai perempuan harus memperhatikan anak dari segi pendidikan dan kesehatan. Ketika kita kurang memperhatikan tingkat pertumbuhan anak akan berdampak stunting," katanya.

Lebih lanjut, Riri menyebutkan bahwa Kabupaten Kebumen merupakan salah satu target prioritas penanganan stunting dari 100 Kabupaten yang ada di Indonesia. Sehingga, kondisi yang sangat memprihatinkan ini diperlukan peran perempuan agar lebih peduli dalam meningkatan pemberian gizi yang baik bagi balita.

"Salah satu sumber gizi keluarga kita dapat  membuat kebun gizi di halaman rumah, pola hemat lahan dengan menggunakan media yang ada di desa. Apalagi, dari Kemendes PDTT telah memiliki program pembangunan embung yang setelah embung terbangun nantinya akan diberikan bibit ikan secara gratis agar hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat desa dalam mengurangi stunting karena kebutuhan protein dari ikan," katanya.

Dalam kegiatan kunjungan DWP Kemendes PDTT dalam rangka gerakan bersama percepatan penanganan stunting dan festival pelayanan sosial dasar serta bhakti sosial untuk pasca banjir ini turut dirangkai kegiatan lainnya seperti lomba mewarnai bagi anak usia dini yang merupakan wahana untuk mengembangkan kreativitas dan kecerdasan anak-anak di desa, lomba peragaan busana bagi anak usia dini, serta lomba pengolahan makanan bayi dan anak yang dilakukan oleh ibu Dharma Wanita Kabupaten yang melibatkan 16 desa di Kecamatan Sempor. Lomba pengolahan makanan bayi dan anak ini merupakan ajang bagi keluarga khususnya para perempuan di desa dalam mengenali, mengolah dan menyajikan makanan berbahan pangan lokal yang bergizi yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.