Prukades Hubungkan Desa dengan Dunia Usaha, Perbankan dan Pemerintah Pusat

  Jumat, 09 Maret 2018

JAKARTA - Model Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa. Model tersebut menghubungkan desa dengan dunia usaha dan sektor perbankan. Program ini merupakan satu dari empat program prioritas dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Sebagai penghubung, Kemendes PDTT melakukan penandatangan kesepahaman bersama pola kemitraan program Prukades antara Kemendes PDTT, Bupati dan perusahaan terkait tentang pengembangan dan pengelolaan Prukades dengan melibatkan sebanyak 102 kabupaten dan 68 perusahaan pada Kamis (8/3) di Jakarta Convention Center (JCC) dan Hotel Sultan Jakarta.

"Sejumlah kementerian terkait juga turut memberikan dukungan bagi para pengusaha maupun perbankan agar menjadi lebih mudah masuk kedesa. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di desa akan terus meningkat. Apalagi, ada 200 lebih kerjasama Prukades yang investasinya diperkirakan sekitar Rp 47 triliun," ujar Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.

Melalui model Prukades, Kemendes PDTT memfasilitasi desa yang diwakili oleh Pemerintah Kabupaten untuk dipertemukan dengan dunia usaha, perbankan dan sejumlah kementerian terkait. Sejumlah pertemuan dilakukan dalam sebuah Forum Bisnis. Dalam pertemuan tersebut, Bupati akan diminta untuk menentukan produk unggulannya. Dengan fokus pada produk unggulan, diharapkan skala ekonomi membesar sehingga dunia usaha lebih cepat melirik untuk berinvestasi. Sementara, perbankan akan memberikan bantuan permodalan ataupun pelatihan kepada masyarakat serta kementerian terkait akan membantu memberikan dukungan dengan memberikan bantuan melalui segala program yang telah disusun.

"Seperti Kementerian PUPR yang akan membantu sulitnya akses jalan dengan membangun jalan ataupun jembatan, kementerian Pertanian akan memberikan bantuan bibit, pupuk dan traktor secara gratis serta sejumlah kementerian terkait lainnya yang pada dasarnya saling bersinergi dalam membangun desa," sambung Menteri Eko.

Menteri Eko menilai, desa tidak dapat berkembang apabila masyarakat desa yang mayoritas bergerak di sektor pertanian tidak dapat meningkatkan skala ekonomi karena minimnya sarana pascapanen. Menjawab persoalan tersebut, pengembangan dengan model Prukades kini terus dilakukan.

"Dengan model Prukades ini, nantinya akan menciptakan skala ekonomi yang besar. Sehingga, dunia usaha dan perbankan akan masuk kedesa karena nilai tambah produk dari desa tersebut terus meningkat. Jadi, masyarakat desa nantinya tidak perlu pusing lagi memikirkan pasarnya atau sarana pascapanennya. Sehingga, model ini nantinya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa," katanya.