Regional Investment Forum Fasilitasi Para Bupati Promosikan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan

  Rabu, 04 April 2018

KUALA LUMPUR – Usai gelaran Business Network Forum, promosi produk unggulan kawasan perdesaan kepada para investor Malaysia dilanjutkan dengan Regional Investment Forum yang dilangsungkan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/4). Pada forum ini, enam bupati dan satu walikota mempresentasikan potensi daerah mereka ke hadapan para investor.

Pejabat Penghubung Investasi Indonesia Malaysia yang juga merupakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, meyakinkan kepada para investor mengenai potensi yang dapat digali di daerah yang hendak dituju.

“Disini sudah hadir para Bupati dan juga ada Walikota. Mereka memiliki otoritas di daerahnya. Anda bisa menanyakan mengenai lahan, potensi pariwisata, dan banyak hal langsung kepada mereka,” ujar Menteri Eko saat membuka forum ini.

Keenam Bupati yang hadir yakni dari Kabupaten Halmahera Barat, Bone Bolango, Toraja Utara, Bima, Bolaang Mongondow Selatan, dan Sambas. Sementara satu walikota yang hadir yakni Walikota Tidore Kepulauan. Menteri Eko pun meyakinkan kepada para investor mengenai keuntungan berinvestasi di Indonesia.

“Peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia makin membaik. Sebelumnya ada di posisi 106, kemudian naik ke 96, dan kini ada di peringkat 72. Pasar dan konsumen dalam negeri kami juga begitu besar. Selain itu, kami juga memiliki bonus demografi dengan prediksi mencapai 40% tenaga kerja produktif di masa mendatang,” sambungnya.

Sebagai Pejabat Penghubung Investasi Indonesia Malaysia, Menteri Eko menegaskan bahwa dirinya diberi tugas untuk melayani dan memastikan para investor Malaysia berbisnis dengan nyama di Indonesia. Dirinya pun meyakini hubungan kerjasama ekonomi dan investasi antar kedua negara akan terus membaik di masa yang akan datang.

Senada dengan hal tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana mengatakan, atmosfer untuk berinvestasi di Indonesia kini terus membaik. Dirinya meyakini, selalu ada hal yang bisa dikerjakan bersama oleh kedua negara dalam konteks kerjasama ekonomi.

“Kami (Indonesia) sedang mendorong deregulasi dalam kebijakan investasi. Dalam beberapa minggu ke depan akan ada aturan baru. Investasi sampai Rp 20 triliun diberikan insentif pajak atau pajak badan digratiskan atau dibebaskan selama 20 tahun,” ujar Dubes Rusdi.

Dubes Rusdi menambahkan, pemerintah sedang menggenjot investasi. Ia mengatakan, pembangunan di Indonesia kini sedang fokus pada sektor infrastruktur, pelabuhan, jalan tol, dan aspek lain yang mendorong perutmbuhan ekonomi.

Usai presentasi, sejumlah investor langsung mengadakan pertemuan tatap muka dengan beberapa kepala daerah. Beberapa diantaranya langsung membuat komitmen investasi dengan beberapa daerah, dengan komoditas diantaranya pertambangan, listrik, pariwisata, dan pengolahan jagung. Sementara sebagian lain mengeksplorasi lebih jauh mengenai target daerah yang hendak dituju untuk berinvestasi.