Menteri Eko Temui MIBC Bahas Kemudahan Investasi

  Kamis, 05 April 2018

KUALA LUMPUR – Pejabat Penghubung Investasi Indonesia Malaysia yang juga merupakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, akan mengintensifkan pertemuan business to business meeting antara para pengusaha Malaysia dan Indonesia serta pemangku kepentingan terkait. Hal tersebut ditujukan untuk meningkatkan koordinasi dan besaran nilai investasi pengusaha Malaysia di Indonesia.

“Membentuk pertemuan-pertemuan bisnis secara intensif jadi cara yang lebih efektif. Para pemangku kepentingan dapat langsung berkomunikasi membicarakan apa kebutuhan masing-masing. Saya akan membantu memfasilitasi hal tersebut,” ujar Menteri Eko usai pertemuan dengan Malaysia – Indonesia Business Council (MIBC) di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/4).

Pertemuan tersebut, lanjut Menteri Eko, akan membangun hubungan yang lebih baik antar pemangku kepentingan. Dirinya pun mencontohkan Regional Investment Forum yang telah dilangsungkan serta beberapa pertemuan bisnis yang dilakukan sebelumnya. Para investor dapat langsung bertemu dengan kepala daerah. Hal tersebut akan memberi hasil yang lebih konkret dalam mengatasi persoalan yang ada.

“Tadi sudah dibicarakan juga persoalan-persoalan yang dihadapi para investor. Kita carikan solusi bersama. Kita juga akan buatkan tim kecil supaya proses yang sudah disepakati bisa berjalan lebih lancar,” ujar Menteri Eko.

Menteri Eko menambahkan, kemudahan berinvestasi di Indonesia terus dilakukan pada pemerintahan saat ini. Dalam tiga tahun, setidaknya ada ratusan peraturan yang dipangkas untuk mengurus perizinan investasi. Dirinya mencontohkan proses pengurusan perizinan investasi bagi para investor yang dilakukan hanya dalam 3 jam.

“Kerjasama antar kedua negara dapat terus meningkat. Sebelumnya Malaysia ada di peringkat 5 untuk jumlah investasi yang masuk ke Indonesia. Kini sudah naik ke peringkat 4,” sambung Menteri Eko.

Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana mengatakan,

pertemuan dengan MIBC ini akan ditindaklanjuti secara konkret dalam waktu dekat. Dirinya pun tidak ingin pembicaraan yang telah dilakukan hanya menjadi wacana.

“Kita tidak mau sekedar wacana. Ke depan proyek-proyek akan kita lakukan. Tun Ahmad Sarji akan bersama kita mengunjungi kota tujuan yang berpotensi untuk dikembangkan, misalnya terkait agriculture and industrial estate di Entikong,” ujar Dubes Rusdi.

Di tempat yang sama, Chairman Malaysia – Indonesia Business Council (MIBC), Tun Ahmad Sarji bin Abdul Hamid mengatakan, komunikasi yang dibangun secara intensif ini menjadi pendorong bagi para investor Malaysia untuk menggali informasi. Kendala-kendala yang dihadapi pun akan segera bisa dicarikan solusi.

“Perbincangan utama kami adalah mengembangkan 10 Bali baru, twin cities, dan beberapa projek lain. Kami berterima kasih pada Pak Menteri Eko yang bersedia menjadi fasilitator bagi para investor kedua negara,” ujar Tun Ahmad Sarji.