DWP Kemendes PDTT Berbagi Kebahagiaan dengan Lansia

  Kamis, 12 April 2018

BEKASI - Dharma Wanita Persatuan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DWP Kemendes PDTT) mengunjungi Panti Sosial Tresna Werdha Budi Dharma Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/4) . Kegiatan Bakti Sosial ini digelar dalam rangka menyambut Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2018 mendatang.

Bakti Sosial yang juga dihadiri oleh Penasehat DWP Kemendes PDTT, Sri Mega Darmi Eko Putro Sandjojo tersebut memberikan santunan kepada 120 Lansia. Panti sosial yang awalnya hanya menampung para veteran tersebut, kini menjadi wadah bagi Lansia miskin dan terlantar.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan para nenek dan kakek, pengasuh, dan pembina Panti Sosial Tresna Werdha Budi Dharma Bekasi dalam rangka memperingati hari Kartini. Nenek kakek adalah satu keluarga dengan kami, satu bangsa dan negara yakni Indonesia,” ujar Ketua DWP Kemendes PDTT, Istiqomah Anwar Sanusi bersama rombongan dan para Lansia.

Ia mengucapkan terimakasih atas sambutan yang begitu hangat dari para Lansia dan pihak Panti Sosial dalam menerima kunjungan DWP Kemendes PDTT. Menurutnya, hadir di tengah-tengah Panti Sosial tersebut mengingatkannya pada orangtua masing-masing.

“Melihat kakek nenek yang masih sehat, bisa tersenyum dengan kami, mengingatkan kami kepada orangtua kami yang saat ini mungkin ada yang sedang sakit, atau yang jauh dari pelukan kami,” ungkapnya.

Ia mengakui, bisa hadir menghibur para Lansia menjadi rahmat dan kebahagiaan tersendiri baginya dan rombongan yang hadir. Ia berharap, para Lansia di panti sosial tersebut selalu dalam keadaan yang sehat.

“Kami kesini bukan berbagi kebahagiaan, tapi nenek kakeklah yang berbagi kebahagiaan kepada kami,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi Program dan Advokasi Sosial Panti Sosial Tresna Werdha Budi Dharma Bekasi, Dewi Kania mengatakan, panti sosial yang berdiri sejak tahun 1971 tersebut yang walnya digunakan untuk para veteran, telah melayani Lansia di luar veteran yakni Lansia miskin dan terlantar. Di panti sosial tersebut, para Lansia akan diajak untuk mengungkapkan rasa melalui keterampilan, seni musik, dan olahraga.

“Di panti sosial ini ada namanya program reguler, kemudian ada program trauma center (penanganan trauma Lansia) . Kita juga memberikan layanan kepada Lansia yang masih tinggal dengan keluarga tapi masih ingin punya kegiatan keterampilan, seni musik, dan olahraga. Tapi syaratnya, keluarga harus komitmen untuk mengantar dna menjemput. Kakek nenek tidka boleh pulang pergi sendiri, nanti lupa,” terangnya.