Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi Bangkitkan Kenangan Masa Kuliah

  Jumat, 29 Juni 2018

JAKARTA - Lagu-lagu kenangan itu menemani keriuhan di sebuah pertemuan. Kenangannya mengingatkan saat-saat masa muda mereka di kampus biru. Tak ayal, dua menteri kabinet kerja ikut mendendangkannya.

Malam makin semarak, saat Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi duet membawakan tembang "Balikin - Slank" dan "Terajana", mungkin mengingatkan mereka pada zaman ngampus di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta dahulu.

Acara Syawalan dan Halal Bi Halal Keluarga Alumni Fisipol UGM (Kafispolgama) ini dikemas dengan nuansa berbeda. Acara ini lebih menitikan nilai dan makna temu kangen, reuni, untuk mengingat kenangan masa-masa mereka kuliah di Jogja dulu.

"Ini berawal saat buka puasa bersama alumni UGM, saya ditanya bersedia untuk jadi tuan rumah? Saya bilang bersedia, karena untuk silaturahim bakal dipanjangkan umurnya, disehatkan dan diberikan kesuksesan dunia akhirat. Terima kasih kepada teman-teman para alumni Fisipol UGM lintas tahun. Suatu kebanggaan, karena ini tahun kedua dan tahun ini lebih banyak (yang hadir)," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Anwar Sanusi di Balai Makarti Muktitama, Jakarta, Jumat (29/6) malam.

Dirinya yang didapuk sebagai tuan rumah dan bagian dari alumni Fisipol UGM juga berterima kasih karena dengan kesibukan para alumni masih menyempatkan untuk hadir pada acara halal bi halal ini. Sebagai tuan rumah dirinya mengupayakan yang terbaik.

Untuk mengenang nuansa Jogja, panganan khas Jogja seperti wedang ronde, ikut menghangatkan suasana, senada dengan apa yang dibilang Pratikno.

"Yang disukai dari wedang ronde ya panasnya," selorohnya sambil menyeruput.

Lagu lawas Tom Jones "Delilah" mengiringi memory mereka ke kenangan masa-masa indah kuliah dulu. Malam makin larut, keriuhan dan keakraban makin erat dengan tembang-tembang lawas pembangkit kenangan.

Di akhir acara tak lupa para alumnus menyanyikan bersama lagu KLA Project, lagu yang menggambarkan kerinduan untuk selalu kembali ke Kota Pendidikan, Yogyakarta.