Prukades Riau Berhasil Gaet 22 Mitra Bisnis

  Kamis, 26 Juli 2018

PEKANBARU – Program unggulan kawasan perdesaan (Prukades) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) terus mendapatkan dukungan dari kalangan usaha. Pengembangan Prukades Kemendesa PDTT di kawasan Riau misalnya mampu menarik 22 investor untuk menjadi mitra usaha.

Beberapa prukades yang mendapatkan mitra usaha di antarnya bergerak dalam bidang pertanian seperti karet dan kopi, usaha perikanan, hingga perkebunan nanas. Sedangkan beberapa mitra yang menjadi mitra usaha di antarnya Aruna, Sinar Mas, hingga Arta Graha. “Kesepakatan dengan mitra usaha menjadi indikator jika Prukades mempunyai skala bisnis sehingga investor tertarik untuk menanamkan investasi mereka,” ujar Kepala Sekretariat Prukades Kemendes PDTT Abdullah Kamil, Kamis (26/7).

Dia menjelaskan Prukades di kawasan Riau menjadi salah satu primadona bagi investor. Ada sekitar 22 kesepakatan bisnis yang ditandatangani Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan mitra usaha untuk mengembangkan prukades di kawasan tersebut. Kehadiran mitra usaha ini akan membantu pengembangan prukades mulai dari proses produksi hingga jaminan penyerapan produk di pasaran. “Kami yakin kehadiran para mitra bisnis ini akan menambah nilai lebih baik pada kualitas produk hingga jaminan serapan pasar,” ujarnya.

Kamil mengungkapkan selain memfasilitasi Prukades dengan mitra usaha, Kemendes PDTT juga terus berupaya mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para pelaku usaha Prukades. Salah satunya dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang akan mempertemukan para pelaku Prukades, mitra usaha, pejabat Badan Perencanaan Daerah (Bappeda), hingga pejabat dinas pemberdayaan masyarakat desa (PMD), pengelola BUMDES dan Pendamping Lokal Desa (PLD). “Khusus di Riau FGD akan digelar mulai hari ini hingga Sabtu (28/7) mendatang,” ujarnya.

Dalam kegiatan FGD tersebut, lanjut Kamil para peserta berbagai materi yang diisi beberapa narasumber kompeten seperti pengamat ekonomi senior Avilliani, Komisaris Danareksa yang juga Ahli Marketing Digital Dyah Kartika Rini, Inisiator Bank Petani Masril Kotto. Ketiga tokoh tersebut diharapkan dapat memberikan solusi dari tiap permasalahan dilapangan baik oleh Pemda, mitra dan pendamping desa.

Selain pelaksanaan FGD, juga akan dilakukan kunjungan lapangan untuk melihat pengelolaan Prukades dari pelaku langsung. “FGD pengembangan Prukades ini juga akan dilakukan di beberapa daerah lain tak hanya Riau. Kegiatan ini juga sekaligus sebagai bagian dari upaya menguatkan peran dari Balai Pelatihan Kemendesa PDTT yang diproyeksikan sebagai pusat kajian dan pengembangan Prukades di Indonesia,” pungkasnya.(*)