Atasi Keterisolasian, Ditjen PDT Bangun Jalan di Kapuas Hulu

  Kamis, 27 September 2018

KAPUAS HULU - Tim Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana (Dit. Sarpras), Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melaksanakan monitoring dan evaluasi pekerjaan pembangunan jalan strategis di Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, Kamis (27/9).

Lokasi pembangunan jalan strategis berada di Dusun Sumedang, Desa Tanjung Intan, Kecamatan Mentebah yang letaknya berada di daerah selatan menuju Kota Pontianak.

Di lokasi kegiatan, Tim Dit. Sarpras yang diwakili oleh Anang Herrpurwanto beserta dua orang staf, Tim Pengendali Daerah, dan beberapa orang staf dari Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya serta penyedia jasa sebagai pelaksana kegiatan.

Di lokasi kegiatan, Tim Dit. Sarpras melihat progres kegiatan pembangunan jalan strategis dari sisi teknis dan non teknis agar pekerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak.

Jalan yang dibangun itu berada di Dusun Sumedang yang sangat terisolir. Jalan itu akan menghubungkan masyarakat menuju pusat perekonomian, pusat pemerintahan, pusat kesehatan, dan pusat pendidikan.

Penduduk Dusun Sumedang sebelumnya menggunakan jalur sungai sebagai akses alternatif menuju tempat-tempat strategis untuk kegiatan sosial ekonomi masyarakat.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat, mereka sangat antusias dengan pembangunan jalan karena dapat mempermudah mobilisasi ke kota terdekat.

Bertolak dari lokasi kegiatan, Anang Herrypurwanto menginisiasi koordinasi antara Tim Pengendali Daerah dengan Penyedia jasa untuk mempercepat pekerjaan sebelum datangnya musim penghujan.

Tim Pengendali Daerah yang turut hadir dalam koordinasi itu adalah Kepala Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya, Kepala Bidang Jalan Desa dan Jalan Lingkungan, dan Kasi Perencanaan dan Pengendalian.

Di samping itu, perwakilan Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu yang juga sebagai salah satu Tim Pengendali Daerah dan penyedia jasa sebagai pelaksana kegiatan turut hadir dalam koordinasi.

Salah satu pertimbangan rapat koordinasi itu, menurut Anang, ke depan akan memasuki musim penghujan yang akan sangat berdampak pada pelaksanaan kegiatan di lapangan.

"Jadi, percepatan pelaksanaan kegiatan harus dilakukan agar tidak berdampak pada keterlambatan pekerjaan," imbuhnya.

Dari koordinasi itu, akhirnya melahirkan kesepakatan bersama agar masing-masing pihak bekerja sama dan bahu-membahu sesuai dengan tugas dan fungsinya sehingga pekerjaan selesai tepat waktu.(*)