BANGUN DESA WISATA BERBASIS BUDAYA LOKAL, GUS HALIM-BUPATI BELITUNG TIMUR BERBALAS PANTUN

  Jumat, 19 Nopember 2021

BELITUNG TIMUR – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengapresiasi Desa Mekar Jaya yang mengembangkan wisata desa berbasis kearifan lokal. Menurutnya, desa wisata yang kembangkan dari potensi lokal baik berupa budaya maupun potensi alam lainnya akan semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi desa pasca pandemi covid-19.
 
"Kita dorong desa wisata untuk terus berkembang sesuai yang direncanakan, berdasar potensi desa, berbasis kearifan lokal" ujarnya saat meresmikan sejumlah bantuan sarana dan prasana pendukung objek wisata Desa Mekar Jaya yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung, Jumat (19/11/2021).
 
Menurut Gus Halim –sapaan akrab Menteri Abdul Halim Iskandar- pembangunan desa berbasis kearifan lokal adalah prinsip mutlak yang tidak boleh dikesampingkan. Perkembangan teknologi dan modernisasi tidak boleh menggerus kearifan lokal yang ada. Ia menekankan, tradisi dan budaya lokal desa adalah aset luar biasa yang harus terus menerus dilestarikan untuk kemajuan dan kemandirian desa.
 
"Mau bikin apa saja untuk pertumbuhan ekonomi dan SDM jangan keluar dari budaya setempat. Supaya sampai kapan pun desa-desa kita tetap sebagaimana adanya. Tidak tergerus oleh budaya-budaya luar," ujarnya
 
Ada peristiwa menarik dalam kesempatan tersebut, ketika Bupati Belitung Timur, Burhanudin menyambut kedatangan Gus Halim beserta rombongan dengan pantun yang merupakan tradisi masyarakat Belitung.
 
"Darilah tepi berkayuh sampan, tak turun hujan airnya dangkal. Bukan maksud hati berlaku tidak sopan, berbalas pantun tradisi kearifan lokal," ujar Burhanudin.
 
"Di dekat Pulau Melidang banyak ubur-ubur, melintas laut naiklah perahu. Sengaja dihadang inilah hajat orang Belitung Timur, yang biasa disebut Palang Pintu," ucap Burhanudin.
 
Tak mau kalah dengan Bupati Belitung, Gus Halim memperlihatkan kepiawaian berpantunnya. 
 
"Buah pepaya buah jambu, dimakan Pak Markum satu persatu.
Izinkan saya menyapa Bapak Ibu, Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabbarakatuh," ujarnya saat tiba di destinasi wisata Desa Mekar Jaya.
 
"Pergi ke Sukabumi di waktu petang, mau membesuk seorang sahabat.
Rombongan kami sudah datang, ingin masuk tapi masih dihambat," tambah Gus Halim.
 
"Paling enak makan sayur jamur, tambah nikmat bersama teman-teman. 
Lestarikan budaya pantun Belitung Timur, tetap selamat tidak hilang ditelan zaman," tutup Gus Halim.
 
Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT
Teks: Novri/Humas Kemendes PDTT