KAGUMI DESA SRIMULYO GUS HALIM DORONG PEMANFAATAN PLATFORM WISATA DIGITAL

  Sabtu, 04 Desember 2021

YOGYAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendorong agar pengelola desa wisata di seluruh indonesia dapat memanfaatkan platform wisata dengan maksimal. Dengan begitu, desa wisata akan berdaya saing untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia.
 
"Tren ke depan akan sangat bergantung kepada kecepatan kita dalam menyebarkan informasi. Dengan platform wisata digital yang canggih, nanti bisa dimanfaatkan oleh siapapun yang ini tahu desa wisata seperti di Desa Srimulyo ada wisata ini dan itu," jelasnya saat meresmikan GOR milik Desa Srimulyo, Yogyakarta, Sabtu (4/12/21).
 
Gus Halim juga menekankan untuk mempromosikan wisata desa dengan membuat konten-konten kreatif melalui sosial media dan digital marketing. Menurutnya, platform media sosial mempunyai pangsa pasar yang tidak terbatas, sehingga sangat efektif dimanfaatkan sebagai media promosi.
 
“Selain website desa, promosikan juga ke dunia luar. Sehingga mudah diketahui banyak orang. Bikin konten kreatif, kalau desa nya terkenal, tentu semua warga desa akan mendapat manfaatnya”, tambahnya.
 
Seperti diketahui, saat melakukan kunjungan ke Desa Srimulyo, Gus Halim mengaku kepincut dengan pengelolaan wisata di Desa Srimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta karena berhasil memanfaatkan potensi desanya dengan maksimal. Menurutnya Desa Srimulyo telah memiliki sebanyak 19 destinasi wisata alam yang dikelola dan dikembangkan BUM Desa dan telah berhasil menarik simpati para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
 
"Saya memberikan penghargaan khusus kepada Desa Srimulyo sebagai desa yang memiliki destinasi desa terbanyak se Indonesia," kata Gus Halim saat meresmikan GOR milik Desa Srimulyo, Yogyakarta, Sabtu (4/12/21).
 
Adapun 19 destinasi wisata yang dimaksud diantaranya Bukit Bintang, Gunung Wangi, Taman Tempuran Cikal, Wisata Watu Amben, Taman Wisata Batu Kapal, Gunung Bangkel, Bukit Tompak, Situs Payak Bantul, Taman Nggirli Bintaran, Teratai Biru Kali Opak, Gerbang Banyu Langit dan lainnya.
 
Gus Halim juga mengaku terinspirasi dengan desa yang 60 persen wilayahnya terdiri dari perbukitan itu, karena menjadi satu-satunya desa di Indonesia yang telah memiliki mars.
 
Menurut Gus Halim, mars itu bukan sekedar lagu dan musik yang diputar setiap acara melainkan mengandung makma dan magic untuk memicu menumbuhkan semangat warganya untuk ikut terlibat dalam pembangunan desa.
 
Gus Halim berencana akan menggelar lomba mars desa, harapannya semua desa punya mars yang akan memicu semangat warganya masing-masing.
 
"Kalau warga hafal mars desa itu menunjukkan memiliki sense of belonging atau rasa kepemilikan yang tinggi terhadap desa, kalau warga sudah memiliki rasa kepemilikan yang tinggi pasti desa itu akan maju," pungkas Gus Halim.
 
Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT
Teks: Badriy/Humas Kemendes PDTT