SEKJEN TAUFIK: CPNS HARUS PAHAM UU DESA DAN SDGS DESA

  Rabu, 11 Mei 2022

Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDTT) Taufik Madjid memberikan arahan pada pembelakan dan orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Aula Makarti Muktitama, Rabu (11/5/2022).

Sekjen Taufik berharap agar para CPNS mengikuti orientasi ini dengan sebaik-baiknya agar bisa lebih memahami Kemendes PDTTT.

"Peserta orientasi harus memahami tugas pokok kita di Kementerian Desa dalam upaya pelayanan kepada masyarakat," kata Sekjen Taufik.

Sekjen Taufik tegaskan, CPNS harus selalu dengungkan semangat kolektifitas atau semangat Korsa untuk bersatu membangun Kementerian Desa PDTT.

Sekjen Taufik meminta CPNS dengan latar belakang keahlian yang dimiliki itu dipergunakan semaksimal mungkin untuk membangun Kemendes PDTT.

"Saya mau berangkat dari titik yang sama, yaitu kita keluarga besar. Kalau nanti akan variasi tugas pokok dan sebagainya, orientasinya adalah melayani masyarakat," kata Sekjen Taufik.

Sekjen Taufik menegaskan agar para CPNS untuk selalu tunjukkan loyalitas dan integritas terhadap tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Sekjen Taufik menyinggung soal kesuksesan Pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menjaga kestabilan negara akibat terpaan Covid-19 dan kontraksi ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi lima persen tanpa lockdown total. Kita harus percaya kepada Pemerintah dan Negara karena mencari kehidupan disini jadi tidak mungkin kita mengkhianati negara ini," kata Sekjen Taufik.

Sekjen Taufik juga meminta para CPNS untuk bisa khtama soal SDGs Desa yang menjadi platform atau tujuan utama kemendes PDTT yang terdiri dari 18 tujuan dan 222 Indikator.

SDGs Desa ini nantinya menjadi arah kebijakan pembangunan desa dan menjadi roadmap untuk menentukan model pembangunan desa nantinya.

"Setelah urusan ideologi, Anda harus pahami UU Desa dan SDGs Desa yang menjadi roadmap pembangunan desa," kata Sekjen Taufik.

"Anda harus paham soal Desa Tanpa Kemiskinan, Desa Sehat Sejahtera, hingga Lembaga Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif di tujuan ke-18," sambung Sekjen Taufik.

Kemendes PDTT berusaha untuk wujudkan Desa Tanpa Kemiskinan dengan berbagai cara dan afirmasi meskipun terbatas. Salah satunya melalui Dana Desa.

Sekjen Taufik juga menekankan agar CPNS untuk bekerja maksimal dan mengerjakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.

"Jika Anda sudah maksimal jalankan tanggung jawab maka jabatan yang akan mendatangi Anda. Jangan pernah minta jabatan tapi tunjukkan loyalitas dan kinerja," kata Sekjen Taufik.

Yang menarik, dalam momentum itu, Sekjen Taufik memberikan kesempatan kepada Alfian, CPNS dari kalangan Disabilitas yang mempertanyakan soal langkah Kemendes untuk tangani kaum disabilitas yang berada di desa, termasuk soal Desa Inklusi yang notabene program andalan Kemendes PDTT.

Sekjen Taufik bahkan sempat menitikkan airmata mendapat pernyataan dari Alfian yang berasal Surabaya itu yang mengharapkan Desa Inklusin untuk kalangan Disabilitas.

"Alfian menginspirasi kita semua berbicara Desa yang terbuka untuk siapa saja, Desa yang mensejahterakan siapa saja," kata Sekjen Taufik.

Turut hadir dalam acara itu Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Fajar Tri Suprapto, Kepala Biro Keuangan dan BMN Bahartani Lamakampali, Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan Danton Ginting.

Orientasi ini diikuti oleh 253 peserta yang terdiri dari 233 hasil seleksi CPNS yang digelar Kemendes PDTT dan 20 orang berasal Sekolah Tinggi Akuntansi (STAN).

Foto: Mugi/Humas Kemendes PDTT

Teks: Firman/Humas Kemendes PDTT