KALA GUS HALIM MENGIBARATKAN PROSES PNS JAUH LEBIH RUMIT DARIPADA MASUK SURGA

  Kamis, 12 Mei 2022

Jakarta – Pegawai Negeri Sipil (PNS) dituntut berkualitas dan memiliki kompetensi demi terwujudnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif untuk Indonesia Emas pada 2045 mendatang. Saking krusial nya kompetensi PNS, maka proses seleksinya pun sedemikian sulit dan panjang.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar pun mengibaratkan proses menjadi PNS pun jauh lebih sulit daripada proses masuk surga.

“Dari kaca mata agama proses masuk surga tidak sesulit jadi PNS, tahapannya, panjangnya. Jadi semakin yakin saya bahwa menjadi PNS di Indonesia jauh lebih rumit perjalanannya daripada proses untuk masuk surga,” ungkapnya saat memberikan arahan dalam pembekalan dan orientasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Aula Makarti Muktitama, Kantor Kemendes PDTT pada Kamis (12/5/2022).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Halim ini, Kompetensi PNS yang di maksud adalah kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan sikap perilaku (attitude) yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, sehingga dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, efektif dan efisien. Dengan demikian, adanya PNS kompetitif memang dibutuhkan darmabaktinya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Oleh karena itu, Gus Halim mengimbau CPNS yang sedang mengikuti orientasi tersebut untuk menjadi PNS yang bahagia dan bersyukur karena telah terpilih di mana pun keberadaannya.

“Di PDP jadi PNS yang selalu bahagia, selalu gembira. Itu berarti sampean semua bekerja dengan hati bukan bekerja semata-mata dengan pikiran. Karena kalau bekerja dengan hati, dan kemudian ada rasa senang, ada rasa bahagia maka tidak yang ada namanya rasa lelah,” ujarnya.

Terkait proses PNS yang lebih sulit dari pada proses masuk surga, Gus Halim menjelaskan bahwa proses masuk surga itu paling tidak ada tiga kategori. Pertama langsung masuk surga tanpa seleksi, tanpa proses, tanpa menunggu ini-itu langsung masuk surga. Yang kedua masih harus ada proses, karena mungkin banyak dosa terus harus proses pengadilan, proses pengajuan grasi, pengajuan amnesti dan lain-lain atau pengampunan baru kemudian diputuskan masuk neraka dulu atau langsung masuk surga. Yang ketiga jelas, harus dicuci dulu di neraka, setelah sekian lama baru kemudian masuk surga.

“Nah tentu kita berharap yang pertama, tapi juga jangan terlalu percaya dirilah. Saya cukup yang kedua saja, kalau boleh milih yang pertama kok terlalu dakik-dakik, yang ketiga kok gak kuat rasanya, milih yang kedua saja daripada harus nunggu proses CPNS yang hampir 2 tahun. Jadi ini salah satu hal yang menurut saya harus kita jadikan sebagai salah satu tahapan perjalanan kehidupan kita. Kalau proses masuknya sudah sebegitu rumitnya, itu artinya bahwa keberadaan PNS itu adalah satu sosok, satu figur yang memang betul-betul dibutuhkan,” sambungnya.

Gus Halim pun berseloroh bahwa proses seleksi PNS pun sedemikian rupa panjang tahapannya setelah hampir setahun dinyatakan diterima, itu pun namanya hanya CPNS.

“Baru setelah mengikuti latihan dasar atau pra-jabatan, setelah lulus baru kemudian C nya di coret menjadi PNS,” ujarnya. 

Sebagai informasi, orientasi ini diikuti oleh 253 peserta yang terdiri dari 233 hasil seleksi CPNS yang digelar Kemendes PDTT dan 20 orang berasal Sekolah Tinggi Akuntansi (STAN).

Turut mendampingi Gus Menteri yakni Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi, Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid, serta pejabat eselon 1 di lingkungan Kemendes PDTT.

Foto: Angga/Humas Kemendes PDTT

Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT