GUS HALIM: PESANTREN PILAR KEBANGKITAN EKONOMI PERDESAAN

  Selasa, 28 Juni 2022

BANYUWANGI – Pondok Pesantren telah berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi desa. Pesantren yang sebagian besar berada di tengah desa, menjadi pusat perdagangan yang menunjang kesejahteraan warga sekitar.

Hal ini disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar dalam kegiatan yang bertajuk "Silaturahim dan Pemantapan Program Menteri" di Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, Selasa (28/06/2024).

“Salah satu contoh kesuksesan pesantren dapat dilihat bahwa masyarakat atau desa yang berlokasi disekitar pesantren cenderung lebih sejahtera dibanding desa-desa lainnya, meski masih banyak orang yang tidak sadar bahwa hal tersebut karena faktor keberadaan pesantren selama ini,” tegas Gus Halim sapaan akrabnya didepan semua Pendamping Desa se- Kabupaten Banyuwangi.

Bahkan, katanya dia, konsep pembangunan desa berkelanjutan atau yang disebut dengan SDGs Desa sudah dilakukan oleh para Kiyai dan pesantren. Bagi Desa, pesantren menopang pencapaian tujuan SDGs Desa ke-4; Pendidikan Desa Berkualitas, serta tujuan SDGs Desa ke-18: Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

“Dengan demikian, pesantren dan santri adalah penyangga kualitas SDM, menggerakkan ekonomi desa, pesantren menunjang dinamika kelembagaan desa dan menopang budaya desa”, ujarnya.

Lebih lanjut Gus Halim menjelaskan, terdapat tiga potensi yang dimiliki pesantren dalam memandirikan ekonomi desa, yaitu potensi jumlah santri yang banyak, potensi warga desa yang ada di sekitar pesantren, dan potensi zakat atau wakaf umat.

“Jika potensi ini dimaksimalkan, maka dapat mewujudkan kemandirian usaha di pondok pesantren, serta dapat mendukung peningkatan kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Foto: Didi/Humas Kemendes PDTT

Teks: Badriy/Humas Kemendes PDTT

Editor: Riza Pahlevi / Ahmad Hadi